Pasuruan, 5 September 2026 — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Pasuruan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi dengan mengusung tema “Menumbuhkan Cinta Lingkungan dan Sesama”, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 5 Pasuruan. Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi PendMa), H. Bustanul Arifin, S.Pd., M.Pd., serta Kepala MTsN 5 Pasuruan, H. Ivan Wahyudi, S.Pd. Turut hadir Kepala Tata Usaha dan para Wakil Kepala Madrasah.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan ekoteologi oleh narasumber Dr. H. Ahmad Zamroni, S.S., M.Pd. Materi tersebut menekankan pentingnya menanamkan nilai cinta, kepedulian, empati, dan tanggung jawab terhadap lingkungan dalam proses pendidikan di madrasah.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa ekoteologi dan nilai-nilai KBC dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. Setiap mata pelajaran memiliki titik masuk yang berbeda untuk menanamkan kesadaran ekologis, empati, serta spiritualitas kepada peserta didik.
Salah satu contoh integrasi ditunjukkan pada mata pelajaran PAI/Akidah Akhlak, melalui penguatan hifdzul bi’ah atau menjaga lingkungan serta etika ekologis. Peserta didik dapat diajak melakukan refleksi terhadap ayat-ayat kauniyah dan memahami pesan cinta Allah terhadap alam dan makhluk hidup dalam perspektif Islam.
Sementara itu, pada IPA/Biologi, ekoteologi dapat diintegrasikan melalui pembelajaran tentang sains kebumian dan ekosistem. Peserta didik dapat melakukan aktivitas seperti proyek komposting organik di lingkungan madrasah, audit jejak karbon, serta eksplorasi keanekaragaman hayati sebagai wujud syukur atas ciptaan Allah.
Integrasi juga dapat dilakukan melalui Matematika dan Fikih. Dalam Matematika, peserta didik dapat belajar menghitung volume pemborosan air, menganalisis grafik sampah, hingga membuat pemodelan efisiensi energi. Adapun dalam Fikih, nilai kepedulian lingkungan dapat diterapkan melalui praktik hemat air dalam berwudu, memahami konsep thaharah, serta menjadikan kelestarian sumber air sebagai bagian dari pengamalan ibadah.
Melalui kegiatan Bintek ini, para guru diharapkan tidak hanya memahami konsep KBC dan ekoteologi secara teoritis, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai cinta kepada Allah, sesama manusia, dan lingkungan ke dalam pembelajaran di kelas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 5 Pasuruan dalam memperkuat pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki kepedulian, empati, karakter, serta kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai manusia.
“Menumbuhkan Cinta Lingkungan dan Sesama” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi nilai yang nyata dalam budaya belajar dan kehidupan seluruh warga MTsN 5 Pasuruan.