Pasuruan, 12 September 2026 — MTsN 5 Pasuruan menggelar Gelar Karya Kokurikuler pada Sabtu (12/9/2026), mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX tersebut menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas, keterampilan, serta kerja sama siswa melalui berbagai karya dan aktivitas.
Kegiatan dibuka oleh Kepala MTsN 5 Pasuruan, Bapak Ivan Wahyudi, yang memberikan apresiasi atas semangat siswa dalam mengikuti gelar karya. Dalam sambutannya, beliau berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga memberikan pengalaman dan inspirasi baru bagi para siswa.
“Saya berharap kegiatan ini memberikan nilai positif bagi anak-anak dan menjadi inspirasi baru. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar, tetapi juga belajar bekerja sama, berkreasi, dan berani menunjukkan hasil karyanya,” tutur Ivan Wahyudi.
Gelar karya kokurikuler menghadirkan kegiatan yang berbeda pada setiap jenjang. Siswa kelas VII menampilkan infografis tentang gizi dalam MBG (makan bergizi gratis) dan mengikuti penilaian senam, yang menekankan kekompakan, kreativitas gerak, dan semangat kebugaran.
Sementara itu, kelas VIII menampilkan keterampilan melalui kegiatan membuat buket dan membatik. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal keterampilan seni dan kerajinan.
Adapun kelas IX mengikuti kegiatan pembuatan tempat sampah dari bahan bekas kipas angin dan bernilai tepat guna, yang mengangkat nilai kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memanfaatkan barang bekas sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan madrasah.
Selain menjadi ruang apresiasi terhadap kreativitas siswa, kegiatan ini juga melatih kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, dan keberanian dalam menghasilkan serta mempresentasikan karya.
Pada akhir kegiatan, masing-masing jenjang akan dipilih Juara 1, 2, dan 3 sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan hasil kerja siswa.
Gelar Karya Kokurikuler MTsN 5 Pasuruan diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran dapat diwujudkan melalui karya dan aksi nyata siswa. Rin