PASURUAN — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., memberikan pembinaan langsung kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Pasuruan. Kegiatan yang sarat akan motivasi profesionalisme dan peningkatan mutu pendidikan ini dipusatkan di Gedung SBSN MTsN 5 Pasuruan pada Kamis (5/11/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan strategis, di antaranya Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan H. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., Kasi PendMa H. Bustanul Arifin, S.Pd., M.Pd., Kepala MTsN 5 Pasuruan H. Ivan Wahyudi, S.Pd., serta Kepala MAN IC Pasuruan Dr. Akhmad Zamroni, S.S., M.Pd. Hadir pula kepala tata usaha, wakil kepala madrasah, serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 5 Pasuruan.
Dalam laporan pembukaannya, Kepala MTsN 5 Pasuruan, H. Ivan Wahyudi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan dan arahan langsung dari Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jatim beserta Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan. Ia menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mengembangkan madrasah sesuai dengan regulasi, kebijakan, serta arahan pimpinan.
“Kami berkomitmen melakukan perbaikan dan pembenahan terkait proyek pembangunan SBSN MTsN 5 Pasuruan sesuai dengan aturan yang berlaku. Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, MTsN 5 Pasuruan semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat dan menjadi pilihan utama bagi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di jenjang pendidikan menengah pertama,” ujar Ivan.
Sementara itu, Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, menekankan bahwa kemegahan fasilitas fisik harus berbanding lurus dengan peningkatan prestasi dan profesionalisme kerja. Ia mengingatkan agar madrasah mampu memberikan kesan pertama yang positif melalui perbaikan fasilitas belajar dan torehan prestasi siswa.
“Bangunan yang sudah baik dan berkualitas harus diiringi dengan prestasi serta pengelolaan yang profesional. Siapkan server yang memadai untuk penyimpanan data, termasuk dokumentasi pembangunan yang lengkap dan tertib. Selain itu, ke depan madrasah harus menjadi tolok ukur pembelajaran, dan saya tegaskan di Pasuruan tidak boleh ada lembaga pendidikan, baik swasta maupun negeri, yang menahan ijazah siswa,” tegas Shampton di hadapan para peserta pembinaan.
Komitmen, Totalitas, dan Inovasi Guru
Puncak acara diisi dengan pembinaan dan pengarahan oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. Jatim, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa tantangan terbesar sebuah instansi sering kali berasal dari internal, sehingga penting bagi setiap ASN untuk menjaga komunikasi, mengendalikan ego, serta memperkuat kerja sama tim.
Kakanwil juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 5 Pasuruan untuk menjalankan tugas dengan penuh komitmen, tanggung jawab, dan totalitas tinggi. Menurutnya, menjadi seorang guru di madrasah adalah sebuah pilihan hidup yang menuntut pengabdian nyata.
“Tantangan bukan dari eksternal, melainkan datang dari internal itu sendiri. Maka, jaga komunikasi, kendalikan ego, dan bangun kerja sama yang baik. Pertegas komitmen diri kepada Allah SWT dengan selalu merasa diawasi oleh Sang Pencipta,” pesan Kakanwil.
Lebih lanjut, ia mengimbau para pendidik agar tidak terjebak pada rutinitas administratif semata. Guru diminta untuk senantiasa berinovasi dan menghadirkan terobosan dalam metode pembelajaran demi kemajuan peserta didik.
“Guru jangan hanya sebatas hadir dan mengajar sesuai tugas pokok saja tanpa memiliki inovasi atau model pembelajaran yang kreatif. Harus ada inovasi, terobosan, dan perubahan nyata bagi pendidikan di madrasah. Di samping itu, ajarkan anak-anak kita agar senantiasa dekat dengan Allah, berakhlakul karimah, serta bimbing mereka dengan telaten dan penuh adab. Mari kita mulai dari hal-hal sederhana untuk mencapai itu semua,” pungkasnya.
Kegiatan pembinaan ini ditutup dengan sesi diskusi dan penguatan koordinasi internal guna mendongkrak mutu pelayanan serta prestasi akademik maupun non-akademik di lingkungan MTsN 5 Pasuruan.